Posted in 11 October 2018, by Mic, kategori Berita, Teknik Elektro

ecis8Memperingati Dies Natalis ke-40, Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TEUB) bekerjasama dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan National Sun Yat-Sen University (NSYSU) menggelar The 9th International Conference on Electrical Power, Electronics, Communications, Controls and Informatics System 2018 (EECCIS 2018) di Hotel Royal Orchid Batu selama tiga hari, 9-11 October 2018.

Angger Abdul Razak Ph.D., selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan dari dua ratusan paper yang masuk hanya 100 yang diterima. Berpartisipasi sebagai presenter dan author berasal dari 9 negara, diantaranya Indonesia, Malaysia, Jepang, Taiwan, Jerman, HongKong, Australia, Amerika Serikat, dan RRC.

“Lebih dari 50% paper yang masuk tidak diterima,” ujarnya mengapresiasi peserta yang diterima.

EECCIS 8Ia juga menambahkan bahwa The 9th EECCIS ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para peneliti, ilmuwan, insinyur dan pakar-pakar di bidang tenaga listrik, elektronik, telekomunikasi, kontrol dan informatika untuk bertukar ide dan juga untuk mempresentasikan dan mendiskusikan hasil penemuan terbaru dan arah penelitian dan aplikasi di masa mendatang.

EECCIS 6Dalam konferensi bertemakan “Roles and opportunities of wireless system to support energy security” ini dihadirkan tiga orang keynote speaker diantaranya Prof. Axel Bangert (University of Kassel, Germany), Prof. Chua-Chin Wang (National Sun Yat Sen University, Taiwan), dan Assoc. Prof. Dr. Jiwa Abdullah (University Tun Hussein Onn, Malaysia).

Konferensi internasional dua tahunan ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknik UB, Dr. Pitojo Tri Juwono. Dalam sambutannya ia mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya bagi para keynote speakers, peserta, dan panitia. Ia juga berharap agar kegiatan ini bisa ditindak lanjuti lebih lanjut.

“Semoga konferensi ini menjadi forum untuk bertukar ide, pengalaman, dan solusi terhadap isu-isu yang berkembang. Dan semoga pertemuan pakar-pakar teknik elektro ini bisa berlanjut dalam joint research ataupun bentuk kerjasama lainnya,” tukasnya.

EECCIS 5Setelah persemahan Tari Remo dari Nakula-Nayaka, robot garapan Brawijaya Robotic Team TEUB dan dibuka dengan pemukulan gong, acara dilanjutkan dengan presentasi dari ketiga keynote speaker. Prof. Axel Bangert membuka sesi pertama dengan presentasi berjudul “Could and Should We Realize Greener Communication Networks?”. Dilanjutkan oleh Assoc.Prof. Jiwa Abdullah dengan presentasi yang berjudul, “An Efficient Data Collection Algorithm for Wearable/Mobile Tracking System in IoT/WSN”.

PEECCIS 9ada presentasinya Jiwa Abdullah mengemukakan, banyak tantangan dalam membangun IoT System Device. Salah satunya adalah  energi efisiensi. Sehingga ia memperkenalkan algoritma pengumpulan data yang efisien untuk Mobile Tracking System WSN/IoT.

“Algoritma ini terdiri dari tiga fase; initial phase, IoT Edge Phase, dan Fusion Centre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total energi yang dihemat dengan menerapkan algoritma yang diusulkan adalah 77%,” ujarnya.

EECCIS 10Peserta, yang kebanyakan berasal dari Institusi pendidikan tinggi bidang elektro pun, menanggapi dengan antusias sampai keynote speaker terakhir, Prof. Chua Chin Wang tentang IC (Integrated Circuit) untuk aplikasi pada alat kesehatan.

Dalam ceramahnya yang berjudul Introduction to Bio-Marker Detection and Development of A Rapid Readout System for CEA Concentration Measurement, Prof Chua mengajak semua peserta untuk meneliti lebih lanjut tentang alat pembaca kadar CEA (Penanda Tumor/Tumor Markers) yang ia kembangkan.

EECCIS 7“Perangkat ini masih prototipe, saya mengerjakannya selama 5 tahun, itu masih bisa dikembangkan. Kita bisa mengaitkan lebih banyak dengan ahli lain dari sciene medis sehingga bisa menjadi tumor lengkap / detektor kanker,” katanya.

Usai penyampaian keynote speech dari pemateri, peserta dibagi ke lima ruangan untuk mempresentasikan paper masing-masing di hadapan reviewer. (mic)

52 total views, 2 views today