Posted in 23 July 2018, by Mic, kategori Berita, Teknik Kimia

indah1Pencemaran logam berat merupakan suatu masalah yang menjadi fokus pada pengolahan limbah industri. Logam berat kromium banyak digunakan dalam industri kimia yang menyebabkan logam kromium umumnya ikut terbuang dan dapat mencemari air sungai serta air tanah. Padahal apabila logam kromium terkonsumsi oleh makhluk hidup memiliki dampak yang buruk pada kesehatan.

Metode paling umum dan efisien untuk pengolahan limbah adalah metode adsorpsi atau penyerapan. Silika telah digunakan sebagai bahan penyerapan dalam pengolahan limbah logam berat tetapi sulit untuk diregenerasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka digunakannya magnetit (Fe3O4) sebagai adsorben yang dapat diregenerasi. Namun, magnetit memiliki sifat yang sangat mudah teroksidasi dan mudah larut dalam kondisi asam, sehingga dilakukan modifikasi permukaan magnetit dengan cara melapisi permukaan magnetit dengan silika. Selain itu sifat permukaan silika yang luas menyebabkan daya penyerapan yang semakin tinggi.

Dari permasalahan tersebut, tiga mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Brawijaya yang terdiri dari Indah Feliana, Joshia Christa Pradana, dan Philio Valerino bersama Dosen Pembimbing A.S. Dwi Saptati N.H., S.T., M.T. melakukan penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan memanfaatkan silika dari limbah abu ampas tebu untuk penyalutan nanopartikel besi sebagai bahan penyerap dalam penyisihan logam berat kromium.

logam1a“Kami memilih abu ampas tebu sebagai sumber silika karena kandungan silika pada abu ampas tebu yang cukup tinggi, selain itu juga hingga saat ini abu ampas tebu kurang begitu dimanfaatkan. Padahal jumlah abu ampas tebu hasil sisa pengolahan tebu pada industri gula sangat melimpah. Di Indonesia sendiri dapat mencapai 10,2 juta ton pertahun,” terang salah satu anggota tim, Joshia Christa Pradana (Teknik Kimia 2015).

logam2aPhilio Valerino (Teknik Kimia 2016), sebagai anggota tim, menerangkan bahwa penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi silika dari abu ampas tebu sehingga didapatkan natrium silikat yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat magnetit bersalut silika melalui metode elektrodeposisi. Elektrodeposisi merupakan pengendapan logam pada katoda selama elektrolisis. Hasil dari penelitian ini yaitu magnetit bersalut silika dapat menyerap logam kromium sebanyak 57%.

“Kami berharap penelitian ini bisa menjadi alternatif pada unit pengolahan limbah dalam industri kimia, khususnya dalam pengolahan limbah logam kromium sehingga limbah ini tidak membahayakan lingkungan dan makhluk hidup serta pertumbuhan industri kimia juga tidak terhambat,” ujar Indah Feliana (Teknik Kimia 2016), selaku ketua tim.

94 total views, 2 views today