Posted in 13 October 2017, by Mic, kategori Berita

Juara 1 LKTI InstincMahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Muhammad Husni Mubarok (Teknik Mesin 2015) menggandeng dua rekan dari Fakultas Peternakan, Dewi Mulya Sari dan Pranaya Arya mengikuti lomba Innovation Science & Technology National Competition-2 (INSTINCT-2) 2017 di Universitas Sumatera Utara.

Ketiganya berhasil menyabet Juara I dengan menciptakan Biop-Mac (Biogas Purification Machine), prototype alat pemurnian biogas melalui pemanfaatan serbuk genteng untuk menghasilkan biometan sebagai renewable energy di Indonesia.

Presentation_171005_0025Sebelum menghasilkan Biop-Mac, di bawah bimbingan Prof Dr Ir Mochammad Junus, MS (Fakultas Peternakan) tim mempersiapkan pembuatan bak penampung (digester) dan tabung berisi absorben limbah genteng sebelum kemudian merangkai dan mengimplementasikannya. Setelah merancang alat, langkah selanjutnya ialah implementasi hasil rancangan yang kemudian menghasilkan alat Biop-Mac.

Prinsip kerja alat ini cukup sederhana, kotoran sapi dimasukkan menuju bak penampung (digester). Pada bak ini kotoran sapi akan ditampung dalam keadaan tertutup hingga terbentuk biogas, dimana biogas ini yang akan dimurnikan menjadi biometan. Selanjutnya biogas akan dialirkan menuju tabung yang berisi absorbent serbuk genteng.

Pada tabung ini serbuk genteng yang berfungsi sebagai absorbent akan mengikat gas CO2 yang terdapat pada biogas. Setelah melewati tabung yang berisi absorbent limbah genteng, biogas akan menjadi biometan. Kemudian biometan dialirkan dan dimasukkan kedalam tabung gas yang sudah dipersiapkan.

Presentation_171005_0038Untuk menguji Biop-Mac, tim membuat alat yang disebut Roof-Biotion. Pengujian dilakukan untuk mengetahui besarnya efisiensi pemurnian biogas menjadi biometan serta apakah biometan yang terbentuk mampu menghasilkan panas lebih besar dari biogas.

“Alhamdulillah Biop-mac bisa memenangkan kompetisi ini karena terbukti lebih unggul dari absorbent yang lain, absorbent pecahan genteng kami bahannya mudah didapat, tidak mencemari lingkungan, dan penyerapan terhadap CO2 didalam biogas bisa mencapai 100%,” ujar Ketua tim Husni Mubarak. (mic)

46 total views, 1 views today