Posted in 1 February 2019, by Mic, kategori Berita, Bidik Misi, Teknik Elektro

WhatsApp Image 2019-01-23 at 11.23.35Dikenal karena cukup aktif di kemahasiswaan, Anwi, penerima beasiswa bidikmisi menegaskan bahwa biaya bukan merupakan masalah utama di perkuliahan

Anwi Kusuma atau akrab dipanggil Anwi merupakan  mahasiswa penerima bidikmisi Jurusan Teknik Elektro angkatan 2014 yang berhasil menyelesaikan studinya kurang dari 4 tahun. Mahasiswa asal Mojokerto ini cukup dikenal karena keaktifannya di dunia kemahasiswaan. Sejak awal masuk perkuliahan hingga lulus, ia terhitung telah mengikuti 6 organisasi kemahasiswaan baik tingkat Jurusan, Fakultas hingga Universitas. Organisasi yang diikutinya pun memiliki fokus yang berbeda. Ia mengikuti Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Hadiid di Fakultas Teknik sebagai Ketua Departemen kewirausahaan, Workshop Divisi Otomasi di Himpunan Mahasiswa Elektro (HME), Eksekutif Mahasiswa (EM) UB sebagau staff advokasi dan organisasi penanggulangan penyalahgunaan Napza dan HIV/AIDS di tingkat Universitas yaitu UKM TEGAZS sebagai ketua umum.

Selain tergabung dengan EM UB bagian advokasi yang bisa membantu mengadvokasi mahasiswa lain seperti halnya penurunan UKT, Anwi juga bergabung dengan UKM TEGAZS supaya ia bisa membantu menyuluhkan bahayanya narkoba serta HIV/AIDS di Universitas Brawijaya.

“Sebetulnya saya hanya ingin bermanfaat bagi orang lain karena kita tahu bahwa sebaik-baik manusianya adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” Ucap mantan mahasiswa berumur 22 tahun ini.

Anwi menekan kan bahwa mahasiswa hendaknya tidak hanya aktif di perkuliahan saja. Karena setelah melewati masa perkuliahan akan terjun langsung ke masyarakat. Dengan ikut organisasi, diharapkan dapat belajar dalam lingkup kecil yang terlebih dahulu.

Selain aktif di dunia kemahasiswaan, Anwi juga menorehkan namanya di lembar prestasi Fakultas Teknik. Ia pernah mendapatkan Juara 2 tingkat nasional lomba PLC Programming Otomasi di Politeknik Negeri Malang serta mendapatkan beberapa predikat juara sebagai Kontingen Voli Fakultas Teknik di Olimpiade Brawijaya dan Rector Cup

Semua cerita manis yang dituai Anwi belum pasti terjadi apabila ia tidak mendapatkan dukungan biaya dari program beasiswa bidikmisi. Dengan bidikmisi, ia mendapatkan bantuan untuk membayar uang perkuliahan serta mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Selain karena lolos 10 besar Nasional Duta UB, saya masuk Universitas Brawijaya melalui jalur bidikmisi dikarenakan dulu memang ada terkendala biaya. Waktu itu kebetulan Ayah keluar kerja dan belum mendapatkan pekerjaan tetap” jelas Anwi tentang alasan mendaftar program bidikmisi.

“Biaya itu bukan masalah utama. Tapi masalah utamanya yaitu kemauan dan niat. Masalah biaya itu bisa dicover dengan beasiswa yang  ada dan itu banyak” Pesan Anwi untuk para siswa yang masih ragu untuk melanjutkan studi karena terkendala biaya. (kik)

272 total views, 1 views today