Posted in 6 May 2019, by Mic, kategori Berita

Raymond Jurusan Profesi Keinsinyuran, Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) FTUB melaksanakan penilaian portofolio mahasiswa angkatan keduanya pada tanggal 26 April – 3 Mei 2019 di Ruang PSPPI dan Ruang Jurnal lt.4 Gedung FTUB.

Metode penilaian portofolio ini merupakan bentuk asesmen keberhasilan belajar mahasiswa melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Sistem RPL ini merupakan pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, dan/atau pengalama kerja di dalam sektor pendidikan formal di bidang keinsinyuran.

Cukup berbeda pada asesmen angkatan kedua ini, penilaian akhir dilakukan oleh asesor internal PSPPI FTUB. Asesor tersebut antara lain Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, Ph.D., IPM., Ir. Sugeng P Budio, MS., IPM, Ir. Suprapto, MS., IPM., dan Ir. Nasir Widha Setyanto , ST., MT., IPM.

“Kalau tahun pertama dulu semua asesor dari pusat, sekarang cukup internal. Keempatnya sudah layak menjalankan asesmen karena sudah mengantongi gelar Ir secara resmi dan IPM,” terang Ir. Rinawati P. Handajani selaku Sekretaris Jurusan.

Cukup membanggakan, dari dua puluh mahasiswa yang mengikuti asesmen, semuanya dinyatakan memenuhi persyaratan dan lulus mendapatkan gelar Insinyur (Ir.).

“Angkatan kedua ini rata-rata pengalaman kerja di bidang keinsinyuran minimal sudah empat tahun jadi melihat portofolionya sudah bisa dipatikan lulus,” ungkap Prof. Ir. Ludfi selaku Ketua Jurusan sekaligus asesor.

Pada angkatan kedua, periode Semester Genap 2018-2019, ini tercatat ada 20 mahasiswa dengan latar belakang pekerjaan/instansi yang cukup beragam. Beberapa diantaranya adalah dari PT. PP, PT. Reka Surya Prima Daya – Bandung (PLTMH), RSUD Dr. Sayidman Magetan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya, PT. Jasa Tirta Malang, Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Staf Pengajar/Dosen dari UB, Fakultas Pertanian UB, dan Jurusan Teknik Sipil  FTUB.

“Selamat kepada semua mahasiswa yang telah dinyatakan lulus, semoga dengan gelar ini dapat dimanfaatkan dalam menunjang praktek keinsinyuran dengan baik, bertanggung jawab dan penuh amanah,” harap Prof. Ludfi.

PSPPI ini dilaksanakan untuk memenuhi Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang No. 11 Tahun 2014 Tentang Keinsinyuran. Bab IV pasal 17 (1) menyebutkan bahwa “Setiap Insinyur yang akan melakukan Praktik Keinsinyuran di Indonesia harus memiliki Surat Tanda Regristrasi Insinyur, yang didapat setelah mendapatkan Sertifikat dari Program Profesi Insinyur”.

Berhasil lulus dari Program PSPPI ini membuat keduapuluh mahasiswa ini berhak menyandang gelar Insinyur dan secara resmi berhak melakukan Praktik Keinsinyuran di Indonesia. (rina/mic)

109 total views, 1 views today