Posted in 20 February 2018, by Mic, kategori Berita, Teknik Industri

WhatsApp Image 2018-02-19 at 11.37.13(1)Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI-PII) bekerjasama dengan Teknik Industri Universitas Brawijaya (TI-UB) kembali mengadakan tahapan interview/wawancara sertifikasi untuk Program Percepatan Sertifikasi Insinyur Profesional, Rabu, 14 Februari 2018, di Auditorium Gedung TI-UB.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh sekitar 34 orang calon insinyur profesional (IPP/IPM/IPU) dari seluruh Jawa Timur. Mereka adalah para profesional teknik industri, insinyur, sarjana teknik industri, dan spesialis di bidang manufacturing.

Diantaranya dari PT. Kimia Farma, PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Mojokerto, Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Wisnuwardhana Malang, ITN Malang, STT STIKMA Internasional Malang, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, Universitas Gajayana Malang, UMM Malang, Fakultas Teknologi Pertanian UB, dan tuan rumah TI-UB.

Dikatakan Sekretaris Umum BKTI-PII Ir. Catur Hernanto, MM., IPM., Asean Eng., wawancara adalah salah satu bagian dari proses sertifikasi yang bertujuan untuk mendekatkan pihaknya dengan customer atau para calon insinyur profesional.

Calon insinyur profesional juga diwajibkan menyerahkan curriculum vitae dan Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP). Majelis Penilai (MP) PII akan melaksanakan sidang penilaian/evaluasi atas semua FAIP yang masuk.

Bahkan untuk mempercepat proses Program Percepatan Sertifikasi Insinyur Profesional tersebut, BKTI-PII juga memfasilitasi proses wawancara melalui teleconference.

“Kami satu-satunya badan kejuruan yang memfasilitasi proses wawancara dengan teleconference,” ujarnya.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengejar jumlah insinyur profesional di bidang teknik industri sebelum Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tentang profesi insinyur diterbitkan.

“Dari sekitar 200-an program studi teknik industri di seluruh Indonesia mempunyai sekitar 50.000 alumni. Kalau PP ini diterbitkan, bisa dibayangkan orang-orang akan berebut untuk mendapatkan sertifikasi ini,” bebernya.

Sertifikasi ini diperlukan sebagai dasar izin melaksanakan praktik kerja di bidang keinsinyuran. Sementara itu Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik UB Ishardita Pambudi Tama, ST., MT., Ph.D saat membuka kegiatan mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya BKTI-PII untuk memperbanyak jumlah insinyur profesional.

“Upaya semakin memperbanyak jumlah insinyur profesional ini patut diparesiasi. Menurut saya BKTI adalah salah satu badan kejuruan di PII yang paling memfasilitasi para calon insinyur,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Tahapan wawancara sertifikasi menghadirkan Ir. Sritomo Wignjosoebroto, M.Sc., IPU (Dosen ITS Surabaya), Ir. Nasir Widha Setyanto, ST., MT., IPM. (Dosen TI-UB), dan Ir. Remba Yanuar Efranto, ST., MT., IPM (TI-UB) sebagai Majelis Penilai BKTI-PII. (and)

232 total views, 2 views today