Posted in 23 February 2018, by Mic, kategori Berita, Teknik Industri

WhatsApp Image 2018-02-22 at 14.54.28Melengkapi sarana laboratorium serta mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi manufaktur, Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya (TI-UB) mendatangkan Printer 3 Dimensi (3D) da Vinci Pro 3-in-1 untuk praktikum mahasiswa.

Printer produksi perusahaan asal Taiwan XYZ Printing ini ditempatkan di Laboratorium Sistem Manufaktur (Sisman). Berbarengan dengan proses instalasi untuk pertama kalinya, TI-UB menggelar pelatihan terbatas untuk perwakilan dosen dan asisten laboratorium, Rabu, 21 Februari 2018.

Pelatihan dengan tema “The First Step to Learn a 3D Printer” ini mendatangkan trainer pakar desain produk dari PT. Datascrip (distributor printer 3D dan perlengkapan kantor), Arief Santoso Setiawan.

Dalam paparannya, alumni salah satu kampus Desain Produk di Jakarta ini mengungkapkan dengan adanya printer 3D, revolusi industri memasuki babak baru. Alasannya adalah printer 3D lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan dengan mesin konvensional.

“Fitur-fitur berbeda dengan mesin konvensional sebelumnya. Namun sifatnya tetap tidak bisa menggantikan peran secara sepenuhnya, mesin konvensional tetap dibutuhkan dalam sistem produksi,” ujarnya.

Pada saat pembuatan suatu prototype, umumnya pabrik menyerahkan desain ke vendor atau rekanan, proses ini bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan dengan revisi-revisi yang dibutuhkan.

Arief mencontohkannya dengan proses pembuatan prototype botol minuman ringan. Kebetulan, Arief adalah desainer botol kemasan salah satu produk minuman penyegar yang beredar di Indonesia.

“Dengan printer 3D bisa mempercepat developing suatu produk atau prototype baru. Cukup satu hari bisa selesai,” katanya.

WhatsApp Image 2018-02-22 at 14.54.58Pelatihan dimulai dengan sesi teori terlebih dahulu di Auditorium Gedung TI-UB. Kemudian sesi instalasi dan uji coba printer dilaksanakan usai istirahat siang di Laboratorium Sistem Manufaktur.

Sementara itu, Ketua Jurusan TI-UB Oyong Novareza, ST., MT., Ph.D berharap dengan adanya printer 3D ini bisa dimanfaatkan untuk seluruh sivitas akademika. Dosen alumni University of Wollongong Australia ini juga bercita-cita TI-UB menjadi pusat riset teknologi 3D printing di UB.

“Bagaimana caranya bisa bermanfaat untuk kita semua, bukan hanya laboratorium Sisman, tapi mungkin juga bisa dimanfaatkan untuk praktikum terintegrasi,” imbuhnya. (and)

299 total views, 1 views today