Posted in 29 August 2019, by Mic, kategori Berita, Teknik Industri, Teknik Mesin

1Eko-inovasi atau usaha untuk meningkatkan proses atau produk baru agar nilainya meningkat tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan mulai jamak dilakukan oleh pelaku industri kreatif.

Keberhasilan penerapan eko-inovasi ini sedikit banyak dipengaruhi oleh stakeholder sebagai faktor eksternal. Stakeholder ini terdiri dari pemerintah, industri, dan universitas atau yang dikenal dengan sebutan triple helix.

Dosen Teknik Industri Universitas Brawijaya (TI-UB), Dra. Murti Astuti, MS., dalam disertasinya meneliti bagaimana pengaruh triple helix terhadap hubungan antara penerapan eko-inovasi dan pencapaian kinerja industri kreatif tersebut.

“Peran triple helix untuk penerapan eko-inovasi masih bisa ditingkatkan. Saya mengusulkan agar sentra industri bisa menjadi tempat wisata edukasi untuk meningkatkan peran triple helix tersebut,” jelas Murti pada saat ujian terbuka disertasi di aula Teknik Mesin UB, Senin, 26 Agustus 2019.

WhatsApp Image 2019-08-29 at 10.59.44Penerapan tempat wisata edukasi pada sentra industri ini adalah sebagai upaya kegiatan yang mengkombinasikan triple helix agar masing-masing tidak berjalan sendiri dalam mendukung industri kreatif.

Adapun obyek dari penelitian ini adalah sentra industri kreatif sub-sektor kerajinan marmer dan batu alam di Tulungagung, Jawa Timur. Dari sampel penelitian sejumlah 81 pengrajin kebanyakan adalah pemilik UKM yang masih dalam tahap penerapan eko-inovasi secara pasif.

Menurut Murti, selama ini juga belum pernah diteliti apakah aktifitas yang telah dilakukan oleh triple helix berpengaruh terhadap implementasi eko-inovasi para pengrajin tersebut.

WhatsApp Image 2019-08-29 at 10.59.43“Eko-inovasi sudah banyak, tapi biasanya dilakukan pada industri yang sudah mapan. Saya juga berharap produk marmer Tulungagung yang unik dan tidak ditemukan di negara lain bisa terus berkembang,” jelasnya.

Penelitian ini telah mengantarkan Murti meraih gelar doktor teknik dari  Program Doktor Teknik Mesin UB dengan predikat sangat memuaskan.

WhatsApp Image 2019-08-29 at 10.59.48Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Ir. Ruslin Anwar, M.Si, bersyukur dengan dikukuhkan Murti sebagai doktor baru. Hal ini karena salah satu indikator perguruan tinggi adalah sumber daya manusia.

“Alhamdulillah dengan dikukuhkannya Bu Murti maka beliau menjadi doktor ke-8 di Teknik Industri dan ke-127 di Fakultas Teknik. Semoga bisa mendorong rekan-rekan yang lain untuk segera melaksanakan studi lanjut,” ujarnya saat memberikan sambutan. (and)

85 total views, 1 views today