Posted in 14 September 2017, by Mic, kategori Berita

icwrdep (3)Menyusul sukses seminar internasional pertama yang diselenggarakan tahun 2015, Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya kembali mengadakan kegiatan International Converence of Water Resources Development and Enviromental Protection (ICWRDEP) yang kedua. Seminar internasional tentang pengembangan sumberdaya air dan perlindungan lingkungan ini akan berlangsung selama 2 hari, yaitu pada tanggal 14-15 September 2017.

Bertempat di Lantai 4 dan 5 Gedung Baru Teknik Pengairan, seminar ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT. Dalam sambutannya Dr Pitojo menyampaikan apresiasinya kepada Keynote Speaker, semua peserta, dan mengucapkan selamat kepada panitia yang berhasil mengadakan konferensi dengan baik.

Dekan juga berharap agar konferensi ini bisa memberi masukan kepada pemerintah terutama di bidang rekayasa sumber daya air. “Konferensi ini mengundang pakar di bidang sumber daya air terintegrasi sehingga kita bisa bersama mendiskusikan solusi untuk lingkungan yang lebih baik, sumber air yang lebih baik, dan membawa ide baru untuk mengokohkan ketahanan air,” tukasnya.

icwrdep (4)Acara diawali dengan opening speech yang menghadirkan 3 keynote speaker dari beberapa negara. Keempat keynote speaker tersebut antara lain Prof. Masahiko Sekine (Yamaguchi University, Japan), Dr. Foo Ken Yuen (Universiti Sains Malaysia, Malaysia), dan Jantima Teeka, PhD (Rajamangala University of Technology, Thailand). Selain tiga keynote speaker, acara siang itu dilanjutkan dengan presentasi oleh pemakalah sebanyak 43 paper.

Kegiatan ICWRDEP ini diharapkan dapat memberikan wadah diskusi ilmiah bagi masyarakat sumber daya air, khususnya juga bagi mahasiswa program magister dan doktor bidang sumberdaya air. Selain itu diharapkan dari kegiatan ICWRDEP ini dapat menghadirkan perkembangan teknologi terbaru serta metode dalam upaya pengelolaan Sumberdaya Air dan Teknik Lingkungan, mengingat semakin meningkatnya degradasi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan saat ini.

icwrdep (1)Ketua Jurusan Teknik Pengairan FT UB Ir. Moh. Solichin, MT. PhD, masalah pengembangan sumber daya air dan perlindungan lingkungan tidak hanya dirasakan di Indonesia tetapi juga di dunia. Perbedaannya, pengolahan air di beberapa negara seperti Malaysia dan Jepang lebih maju jika dibandingkan di Indonesia.

“Beberapa sungai di Indonesia seperti Sungai Brantas dan Ciliwung tampak tercemar dan kotor, sementara di beberapa negara maju, lebih bersih karena pengelolaan  air dan limbahnya lebih teratur dan tertib. Jadi dengan diselenggarakannya seminar internasional ini diharapkan akan lahir joint riset dengan universitas di Malaysia, Thailand, Jepang dan Australia agar dapat memberikan manfaat bagi kehidupan pengembangan sumberdaya air,”  tukasnya.

icwrdep (2)Seminar ini dihadiri oleh beberapa Instansi Pemerintah seperti Balai Besar Wilayah Sungai, Dinas Perumahan dan Permukiman Lampung Selatan, dan Perum Jasa Tirta. Hadir pula beberapa perguruan tinggi; ITENAS Bandung, Universitas Mataram, Universitas Negeri Malang, dan beberapa perguruan tinggi lain.

IMG_2209Kegiatan ICWRDEP merupakan kegiatan seminar internasional yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Tujuan lain dari kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi Jurusan Teknik pengairan FT UB yang telah meraih Akreditasi Internasional, ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA) pada Tahun 2016.

Diketuai oleh Dian Sisinggih, ST., MT., Ph.D, ICWRDEP 2017 kali ini diikuti oleh 80 peserta dari universitas luar dan dalam negeri. Peserta conference terdiri dari 37 participants dan 43 presenters yang dimuat dalam prosiding yang terbagi dalam 3 kategori tema yaitu Environmental Engineering and Water Technology, Water Science and Engineering, dan Integrated Water System and Governance. (WRE/mic)

162 total views, 1 views today