Posted in 11 December 2018, by Mic, kategori Berita, Teknik Elektro

WhatsApp Image 2018-12-11 at 09.13.21(2)Simerdu (Sistem Rekam Medis Terpadu) Berbasis IoT (Internet of Things) milik Eka Maulana, salah satu dosen di Fakultas Teknik ikut memeriahkan Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Kesehatan dalam Negeri

Dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-54, Kementerian Kesehatan (KEMENKES) RI mengadakan Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Kesehatan dalam Negeri di ICE BSD Tangerang Selatan. Pameran yang telah diadakan sejak 2015 ini, diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang berisikan dari sisi farmasi, alat kesehatan, makanan dan minuman, kosmetik hingga obat tradisional. Pameran ini menampilkan berbagai produk alat kesehatan maupun farmasi yang mampu diproduksi di dalam negeri serta beberapa prototype hasil riset tentang produk farmasi dan alat kesehatan.

Hal ini sesuai dengan tema yang dibawa yakni ”Menuju Indonesia Sehat dengan Produk Dalam Negeri”. Ketika berkaitan dengan inovasi hasil riset, akan terasa kurang bila tidak ada andil dari pihak Perguruan Tinggi. Itulah alasan Eka Maulana, ST, MT, MEng. dan Waru Djuriatno, S.T., M.T., mengikuti pameran ini bersama rekan dari Institute Biosains Universitas Brawijaya.

WhatsApp Image 2018-12-11 at 09.13.21Pada pameran yang diadakan pada 8 -10 November 2018 ini, salah satu tenaga pengajar di Fakultas Teknik, Eka Maulana membawakan prototype hasil inovasinya Bersama Institut Biosains Universitas Brawijaya yang bernama Simerdu (Sistem Rekam Medis Terpadu) Berbasis IoT (Internet of Things). Simerdu merupakan sistem rekam medis terpadu berbasis internet dan Radio Frequency Identification (RFID) yang dapat digunakan untuk manajemen rumah sakit, klinik dan Puskesmas.

WhatsApp Image 2018-12-11 at 09.13.22Melalui tag RFID dan perangkat reader yang terhubung ke  jaringan internet, sistem ini mampu menangani data medis dalam skala besar yang dapat dipantau melalui situs internet. Data rekam medis pasien dapat dilacak dan dikelola dengan mudah, cepat dan tepat karena semua informasi seperti alergi obat, perawat, dokter dan riwayat kesehatan pasien terhubung dengan layanan kesehatan rumah sakit. Data pasien yang terintegrasi pada sistem ini dapat diakses dari sistem rumah sakit yang berbeda melalui suatu jaringan internet berbasis cient-server. Pengelola rumah sakit atauput klinik dapat memantau kinerja perawat dan karyawannya melalui sistem ini secara efektif.

Dengan menggunakan sistem ini pada rumah sakit, klinik ataupun puskesmas, pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan dengan waktu yang lebih cepat dan tingkat penanganan yang lebih tepat. Sistem ini dapat meminimalisir kesalahan penanganan pasien karena menggunakan data rekam medis yang terpusat secara digital dan dapat diakses secara wireless melalui jaringan internet.

“Saat ini Simerdu sudah mencapai tahap siap untuk komersialisasi. Dengan adanya Simerdu, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan sekaligus mengurangi kesalahan penanganan tindakan medis karena sistem rekam medis ini dapat menyajikan berbagai macam informasi pasien seperti penggunaan terhadap obat tertentu, riwayat penyakit yang pernah diderita serta riwayat dokter yang menangani,” harap Eka tentang Simerdu. (kik)

229 total views, 1 views today