Posted in 17 July 2017, by Mic, kategori Berita

1495354172296Dibawah bimbingan Dr Ir Mimit Primyastanto MP, lima mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) menciptakan IoT Electronic Fish Attractor. IoT Electronic Fish Attractor merupakan suatu alat untuk membatasi zona aman ikan besar agar tidak mendekat ke pinggir pantai maupun agar menghindari suatu wilayah laut yang padat akan aktivitas manusia. Mereka adalah  Royyannuur K. E., Pratama Rahmad Imawan, Muhammad Muqorrobin, Lina Nur Faizah, dan Ana Bella Dianisma.

Salah satu tim PKM FT yang akan berkompetisi untuk memperebutkan kursi PIMNAS 2017 ini melihat maraknya fenomena Ikan Besar yang terdampar di pesisir. Menurut mereka hal ini dapat menimbulkan beberapa permasalahan, diantaranya adalah menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem laut dan berkurangnya spesies ikan besar.

Para peneliti mengemukakan banyak pendapat tentang penyebab fenomena terdamparnya ikan besar tersebut, seperti terjadinya badai besar, eksploitasi laut yang berlebihan, aktivitas laut yang dapat menyebabkan kebisingan seperti pertambangan minyak, maupun sistem komunikasi dan penjajakan kapal menggunakan sonar.

“Bahkan pada bulan Februari lalu di Norwegia peneliti menemukan tumpukan sampah plastik pada perut ikan paus yang menyebabkan ikan tersebut mati karena malnutrisi. Hal tersebut dikarenakan belum adanya pembatas yang jelas antara wilayah aktivitas padat manusia di laut dengan zona aman ikan besar,” ujar Royyannuur sebagai perwakilan tim.

Untuk itu mulai bulan Maret hingga Mei 2017 tim ini mengeksplorasi inovasi apa yang dapat digunakan untuk mengurangi hal yang tidak diinginkan tersebut. Saat ini alat sedang dalam tahap evaluasi. Setelah berproses kurang lebih 3 bulan  di Laboratorium Elektronika FTUB dan Bengkel Mekanika POLINEMA, tim akhirnya menawarkan sebuah solusi, IoT Electronic Fish Attractor (IoT).

IMG_20170716_085811IoT bekerja dengan mengeksplorasi gelombang suara. Alat ini akan mengeluarkan suara dengan gelombang ultrasonik tertentu yang dapat didengar oleh beberapa spesies ikan besar. IoT berfungsi sebagai operator mengatur sinyal dengan frekuensi tertentu yang diinginkan dengan perangkat lunak Sonic Pi. Perintah yang dikirimkan oleh Sonic Pi akan di teruskan ke Raspberry Pi dan diproses oleh digital amplifier, dimana sinyal tersebut akan diubah ke bentuk suara oleh speaker frekuensi tinggi.

Keunggulan pada alat ini adalah frekuensi yang dapat diubah-ubah secara real-time (kapanpun dan dimanapun), sehingga pengoperasian alat akan menjadi lebih efisien. Alat ini juga bersifat open source, sehingga para inovator lain dapat ikut serta berkontribusi untuk mengembangkan sistem alat ini agar lebih mutakhir.

Diharapkan  dengan IoT Electronic Fish Attractor keseimbangan ekosistem laut lebih terjaga, selain itu alat ini juga merupakan wujud nyata terhadap upaya pelestarian ikan besar.

125 total views, 1 views today