Posted in 10 October 2018, by Mic, kategori Berita, PWK

10Universitas Brawijaya menjadi universitas unggul yang berstandar internasional (world class university). Visi yang juga diemban Jurusan Perencanaan  Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Untuk itu, PWK kembali menyelenggarakan kegiatan visiting professor dari Universitas Miyazaki oleh Profesor Keisuke Murakami pada hari Senin tanggal 24 September 2018 dan diikuti lebih dari 150 peserta di Aula Prof. Ir Suryono Lantai 2 Gedung Fakultas Teknik.

Tujuan utama Profesor Keisuke Murakami ke Universitas Brawijaya adalah mensosialisasikan program double degree di Universitas Miyazaki serta menginisiasi untuk keberlanjutan join riset antara Universitas Brawijaya dengan Universitas Miyazaki yang kini telah dimulai dengan join riset tentang mitigasi bencana di Jember. Hasil penelitian di Jember kini sedang dilakukan finishing dengan out put berupa laporan penelitian berupa kawasan terdampak hasil simulasi numerik dan GIS Analisys, sebaran titik evakuasi, dan hasil pembobotan bangunan evakuasi. Beliau mengagendakan 10 hari di Universitas Brawijaya dengan agenda beberapa kuliah tamu dan diskusi riset.

9Kerja sama Jurusan PWK dengan Universitas Miyazaki terealisasikan dalam kegiatan kuliah tamu dan diskusi tentang kerja sama double degree. Kegiatan kuliah tamu Prof. Keisuke ini bertemakan “Disaster Mangement in Japan” dan Information about Double Degree Program at University of Miyazaki. Kuliah tamu yang dimoderatori oleh Fadly Usman ini mengundang antusias peserta karena diawali dengan tawaran program menarik oleh Profesor yang bergerak di bidang coastal engineering.

Informasi double degree yang beliau sampaikan ditujukan kepada mahasiswa S2 dengan persyaratan administrasi awal transkrip dan nilai toefl lebih dari  550. Setelah lolos seleksi administrasi mahasiswa akan melewati tes wawancara. “Mahasiswa juga harus menyiapkan proposal penelitian yang  bisa diselesaikan dalam waktu 2 tahun”, tips yang diutarakan Profesor Keisuke.

4Profesor Keisuke menjelaskan di Jepang terdapat Liquefaction yakni tanah “ambles” akibat gempa. Gempa menyebabkan air tanah bercampur dengan lapisan dalam tanah, dan menyebabkan tanah menjadi cair (ambles). Karena tanah ambles maka menyulitkan evakuasi karena jalur evakuasi hancur atau tidak terlihat. Jadi, beberapa gedung tinggi menyediakan titik kumpul masyarakat dan waktu evakuasi total 16 menit setelah gempa.

1Seteleh kuliah tamu usai Profesor Keisuke disambut jajaran pimpisan dan dosen PWK di Ruang Rapat Lantai 2 Jurusan PWK. Dari hasil diskusi yang dipromotori oleh Fadly Usman ini, Jurusan PWK mendapat kesempatan untuk bisa mengirimkan 2-3 mahasiswa dari total 10 mahasiswa UB yang bisa mengikuti program double degree tersebut. Salah satu kesepakatan lain adalah PWK diberi kesempatan diundang ke Universitas Miyazaki dengan agenda: (1) menyiapkan hasil penelitian untuk dapat disubmit ke jurnal terindex scopus dan (2) menyampaikan program double degree  mahasiswa Universitas Miyazaki untuk kuliah di Jurusan PWK selama satu tahun. Besar harapan PWK untuk bisa berkontribusi aktif dalam pencapaian visi Universitas Brawijaya menuju World Class University. (AA)

141 total views, 2 views today