Posted in 10 July 2019, by Mic, kategori Berita, Teknik Elektro

lentera riang (8)Psychosocial merupakan kondisi yang mempengaruhi psikis dan kesehatan mental karena suatu dampak dari kondisi lingkungan sekitar. Psychosocial sangat berbahaya dampak nya bagi seseorang terutama kepada anak-anak.

Faktor psychosocial ini diantaranya depresi, stres, maupun kondisi kehidupannya seperti kondisi lingkungan keluarga, tempat tinggal, dan teman pergaulan.

Pada anak dengan kondisi keluarga yang broken home, atau orang tuanya yang terlibat kasus criminal, hal ini dapat mempengaruhi psikis dan mental anak menjadi susah diatur (loss control), kurang perhatian (careless), temperamental, dan egois terhadap lingkungan sekitar.

Hal inilah yang mempengaruhi terbentuknya anak – anak jalanan yang harus turun ke jalanan untuk meminta-minta dan bahkan sampai memiliki tingkah laku serta tutur kata yang tidak sesuai dengan norma-norma, budaya, dan agama.

lentera riang (9)Hal yang paling berpengaruh adalah kurangnya edukasi yang diberikan orang tua kepada anaknya karena kondisi orang tua yang kurang memenuhi kebutuhan pendidikan, perhatian, dan kasih sayang.

Tim Lentera Riang hadir dengan memberikan inovasi solusi untuk menunjang edukasi dan pelatihan kepada anak – anak jalanan serta orang tua untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan kepada anak. Mereka juga memberikan pelatihan kreativitas untuk memahami kondisi sosial, lingkungan dan bahkan perkembangan teknologi saat ini.

Tim Lentera Riang telah melaksanakan pelatihan dan edukasi  kepada anak – anak jalanan dan ibu – ibu dari anak-anak jalanan di kampung Muharto. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas ibu – ibu dari anak-anak jalanan untuk dapat menghasilkan suatu produk hasil dari pengolahan limbah sampah yang ada di lingkungan sekitar Muharto

Tim juga memberikan pelatihan menanam tanaman biopori menggunakan limbah botol plastik, dan memberikan edukasi kepada anak – anak jalanan mengenai nationality, budaya kesopanan, semangat mengejar mimpi, dan pelatihan motorik dalam mengolah barang bekas menjadi barang layak jual.

lentera riang (11)Tim Lentera Riang yang terdiri dari Yusril Fatahilmi (FT/2016), Elok Paikoh (FP/2015), Novita Kartika Kusuma W. (FP/2016), Fajar Noor Alamsyah N. (FP/2016), dan Muhamad Ibnu Fajar (FT/2017) ini telah mendapatkan penghargaan Double Gold Medal dan Silver Prize dari KIWIE 2019 (Korea International Women Invention Exposition) pada tanggal 20 – 25 Juni 2019 di Korea Selatan.

Konsep yang ditawarkan Lentera Riang Indonesia berhasil bersaing dengan 320 inventor dari 30 Negara Lainnya dari seluruh dunia seperti Malaysia, Filipina, Zambia Afrika, Mongolia, Iran, Germany, Macodonia, dsb.  Segenap tim berhasil mempresentasikan komunitas sosial Lentera Riang dengan baik di bawah bimbingan Destyana Ellingga Pratiwi, S.P, MP, M.BA

Mengenai inovasi yang ditawarkan, Tim Lentera Riang Indonesia memberikan fasilitas pembelajaran berbasis S2E (Social, Education, and, Environtment) menggunakan integrasi melalaui Crowdfunding (Financial Technology) untuk memberikan fasilitas dan mentrigger masyarakat untuk dapat berpartisipasi serta membantu dalam mensupport fasilitas belajar dan pengembangan komunitas Lentera Riang Indonesia.

lentera riang (2)Pada tanggal 30 Juni 2019 Lentera Riang memberikan kegiatan Sparing Akbar dalam bentuk Exhibition karya kerajinan hasil kreativitas yang dilaksanakan oleh ibu – ibu anak jalanan dan kompetisi yang bertujuan mengajarkan ketangkasan dan kerja sama antar team melalui Fun games kepada anak – anak jalanan.

Masyarakat Muharto sangat mendukung adanya kegiatan tersebut karena mampu meningkatkan pengetahuan baik untuk anak jalanan maupun ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah, dengan bantuan adik-adik UB ini kami bias membuat kerajinan dari barang bekas/sampah untuk dijual. Semoga anak-anak kami juga lebih paham dan tidak mudah mengikuti jejak teman/saudaranya ngamen atau ngemis di jalan,” ungkap Ibu Nanik salah satu warga RT.07 kampung Muharto.

lentera riang (5)Ditanya mengenai rencana kedepan untuk pengembangan Lentera Riang  Indonesia , Elok Paikoh dan team berharap agar konsep ini dapat angka anak jalanan di Indonesia khususnya daerah Malang.

“Kami juga berharap mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat dan kolaborasi dari beberapa instansi dan organisasi untuk keberlanjutan komunitas ini. Semoga komunitas ini mampu memberikan ke bermanfaatan untuk masyarakat luas,” harapnya ditemui usai acara Sparing Akbar (30/6). (yus/mic)

119 total views, 1 views today