Posted in 11 July 2019, by Mic, kategori Arsitektur, Berita

WhatsApp Image 2019-07-10 at 19.59.02Polusi udara menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi seluruh dunia, termasuk Indonesia. Polusi udara yang umumnya diketahui oleh masyarakat adalah polusi yang berasal dari asap pabrik, kendaraan dan sebagainya, sehingga sumber polusi udara lebih sering dikaitkan sebagai permasalahan lingkungan luar ruangan.

Masyarakat kurang menyadari bahwa di dalam rumah sebenarnya juga terdapat banyak penghasil polutan yang dapat menurunkan kualitas udara yang berada di sekitarnya. Studi Environmental Protection Agency (EPA) bahkan menyatakan bahwa polusi udara di dalam ruangan dapat 2-5 kali lebih besar dibandingkan polusi di luar ruangan. Aktivitas yang dilakukan di dalam rumah serta objek yang dapat ditemukan sehari-hari seperti memasak dan pengecatan dinding nyatanya juga turut menghasilkan polusi udara.

Rumah diharapkan dapat menjadi tempat beristirahat dan beraktivitas yang bebas dari segala jenis polusi yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu mulai banyak alat penjernih udara yang diciptakan untuk mengurangi polutan dalam ruang.

Namun sayangnya, produk-produk penjernih udara yang beredar di pasaran memiliki harga yang cukup tinggi, sehingga tidak begitu ramah di kantong masyarakat Indonesia yang kebanyakan merupakan masyarakat berekonomi menengah ke bawah.

Partisi Coal-APA

Menyadari permasalahan ini, Asti Ainun Nabilah (FT’2017), Intan Rosita Dewi (FT’2017) dan Sriwati Ajrina Sani (FT’2016) dibawah bimbingan Wasiska Iyati ST., MT., menciptakan desain penjernih udara ekonomis berbahan karbon aktif tempurung kelapa yang diberi nama Coal-APA (Coconut Coal Air Purifier Agent).

Karbon aktif berbahan tempurung kelapa dipilih karena Indonesia yang merupakan negara tropis merupakan lokasi yang ideal untuk tumbuhnya tanaman kelapa (Cocos Nucifera), sehingga bahan bakunya lebih mudah didapat, dapat diperbaharui, dan harganya dapat jauh lebih murah dibandingkan karbon aktif berbahan kayu, bambu maupun batu bara.

Selain itu, karbon aktif yang terbuat dari tempurung kelapa memiliki partikel yang lebih rapat daripada karbon aktif lainnya sehingga memiliki daya adsorbsi tinggi terhadap partikel polutan seperti CO, CO2, SO, O3, dan NO2. Kemampuan inilah yang dimanfaatkan dalam produk Coal-APA untuk menurunkan kadar polutan di dalam ruangan.

Partisi Coal-APA disusun sebagai pembatas ruangan

Coal-APA di desain sebagai komponen interior dalam bentuk modular sehingga dapat disusun menjadi partisi dinding sesuai dengan kreativitas dan kebutuhan pengguna sehingga dapat turut meningkatkan nilai estetik ruangan. Dikarenakan Coal-APA tidak membutuhkan energi listrik untuk beroperasi, pengaplikasiannya dapat dilakukan dimanapun. Selain itu produksinya memakan harga 50% lebih rendah dari produk penjernih udara kebanyakan sehingga akan lebih ramah di kantong.

“Sampai saat ini kami masih mengembangkan Coal-APA. Semoga nantinya inovasi ini bisa menjadi salah satu solusi bagi masyarakat. Tidak hanya membantu mengurangi polusi di dalam rumah dan mempercantik ruangan, namun juga menciptakan potensi baru untuk pengolahan tempurung kelapa di masyarakat,” harap salah satu anggota tim, Asti. (HumasFTUB)

94 total views, 2 views today