Posted in 22 September 2017, by Mic, kategori Berita, Teknik Industri

WhatsApp Image 2017-09-20 at 13.37.45Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (TI FT-UB), Cesilia Putri Singarimbun, berkesempatan menjadi salah satu dari 60 delegasi Program Pemuda Mendunia Batch II di Malaysia. Program pengabdian yang digagas oleh konsultan pendidikan Studec International ini berlangsung selama tiga hari, 16 – 18 Agustus 2017 di Klang, Selangor, Malaysia.

Delegasi atau tutor yang terpilih dalam program ini bertugas memperkenalkan, menanamkan, dan menguatkan nasionalisme para putra-putri Indonesia yang berada di luar negeri. Khususnya, untuk anak-anak Indonesia di Malaysia yang menjadi peserta didik Sekolah Klang Indonesia. Sekolah Klang Indonesia adalah sekolah informal yang didirikan khusus untuk anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah formal milik Pemerintah Malaysia.

“Tidak seperti di dalam negeri, akses pendidikan anak-anak TKI ilegal di Malaysia sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan status orang tua mereka yang tidak memiliki surat izin tinggal resmi atau bermasalah dengan keimigrasian,” cerita Cesilia.

WhatsApp Image 2017-09-20 at 13.37.46“Sehingga anak-anak Indonesia tidak bisa sekolah dengan bebas di Malaysia bila status orang tua mereka ilegal,” tegas mahasiswi kelahiran Medan ini.

Untuk bergabung dalam program pengabdian ini tidaklah mudah. Mahasiswa semester 7 itu harus bersaing dengan kurang lebih 1000 pendaftar dengan latar belakang berbeda-beda dari seluruh Indonesia. Seleksi yang dilakukan dimulai dari pembuatan esai, motivation letter, maupun wawancara.

“Jadi proses seleksi ini lebih ke arah untuk mengetahui sebenarnya cinta gak sih kita dengan indonesia,” ungkapnya.

Pada program Pemuda Mendunia ini, Cesilia bersama delegasi menampilkan pertunjukkan tari daerah, paduan suara, pos game, hingga pentas drama yang semuanya bertujuan untuk menceritakan dan memperkenalkan budaya indonesia kepada anak-anak tersebut.

Selain itu, delegasi juga  mendapatkan kesempatan mengikuti dan merayakan upacara hari kemerdekaan dengan warga negara Indonesia di Malaysia bertempat di Konsulat Jendreal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru.

Kemudian, delegasi juga menikmati pertunjukan budaya dalam sesi Cultural Exchange di Malaysia Tourism Center (MaTIC), training nasionalime, dan makan malam di Kuala Lumpur City Center. Banyak pengalaman dan cerita berharga yang didapat Cesilia dari mengikuti program Pemuda Mendunia ini.

Cesilia teringat, ketika upacara pembukaan kegiatan mengajar di Sekolah Klang Indonesia, para anak-anak TKI ilegal menangis terharu ketika dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Banyak dari mereka yang ingin kembali ke Indonesia dan bercita-cita menjadi guru, dokter ataupun perawat.

“Hal ini menjadi motivasi bagi saya khususnya, di tengah rasa nasionalisme yang mulai luntur di kalangan pemuda Indonesia,” ujarnya.

WhatsApp Image 2017-09-20 at 13.37.47Kemudian Ia mengaku bersyukur masih bisa bersekolah dengan fasilitas yang masih lengkap dengan akses yang sangat mudah di negeri sendiri. Mengingat, fasilitas pendidikan di Sekolah Klang Indonesia masih seadanya dengan akses yang terbatas.

“Selagi kita di Indonesia dan bebas  berkarya, maka teruslah berkontribusi untuk negara. Karena di luar sana banyak banget yang pingin balik ke Indonesia tetapi tak bisa,” pungkasnya. (and)

140 total views, 1 views today