Posted in 12 July 2017, by Mic, kategori Berita

MVI_9080[(000179)2017-07-12-16-42-20]Pada tahun 2008 diperkirakan 17,3 juta kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Lebih dari 3 juta kematian ini terjadi sebelum usia 60 tahun dan harus dicegah. Kematian “prematur” yang disebabkan oleh penyakit jantung terjadi di kisaran 4% di negara-negara berpenghasilan tinggi dan mencapai 42% di negara-negara berpenghasilan rendah.

Elektrokardiogram (EKG) adalah sinyal fisiologis yang dihasilkan oleh aktivitas listrik jantung. Pada proses monitoring, sinyal EKG akan diukur dalam jangka waktu yang lama untuk memantau aktivitas jantung pasien. Saat pasien sedang dalam proses monitoring kadang ia harus menjalani pemeriksaan lainnya yang mengharuskannya untuk bergerak. Dalam kondisi ini pemantauan sinyal EKG pasien biasanya dihentikan karena perangkat EKG yang terpasang tidak dapat dibawa kemana-mana.

Diketuai oleh M Azril Muttaqin (FT), lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menawarkan solusi baru, CABLE, perangkat EKG portabel yang terhubung ke perangkat transmisi data nirkabel dan penampil sinyal elektrokardiograf yang terhubung ke perangkat komputer. Perancangan alat ini diharapkan dapat mengatasi penanganan tertunda pada pasien selama proses monitoring.

Komponen dan rangkaian perangkat dirakit terlebih dahulu lalu dirankai pada sebuah box. CABLE menggunakan baterei Ion Polimer 11.7V sehingga tahan lama, Sensor Electrode Ag/Agklik sebagai konverter sinyal ion menjadi sinyal listrik, teknik Sighting menggunakan teori segitiga Einthoven, Amplifier Sinyal AD8232, Arduino Nano, dan Modul Nirkabel NRF24L01 dengan frekuensi 2.4GHz, SPI dengan host.

“CABLE dapat dengan mudah diletakkan di sabuk pasien Alat ini dapat mengirim sinyal dengan kuat dari EKG ke komputer melalui modul nirkabel NRF24L01 yang memungkinkan pasien bergerak bebas dan menjalani perawatan lain pada saat monitoring dan datanya tetap dapat dilihat melalui PC/laptop,” ujar Azril.

Bersama empat anggota timnya; Idam Almualif (FT), Ibrahim Hasan (FT), Raras Ambarjati Susilohadi (FK), dan Ruth Katrin Goldina (FK), gagasan ini diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2017. Ir Nurussa’adah MT (FT) selaku Pembimbing selalu mendampingi selama proses studi literatur, spesifikasi alat, disain, pembuatan alat, hingga uji coba dan evaluasi alat.

“Dari evaluasi yang sudah dilakukan, tingkat keberhasilan alat ini mencapai 81%,” ujar mahasiswa Teknik Elektro ini. (mic)

video link: https://www.youtube.com/watch?v=vzc8ku6Iwbw

110 total views, 3 views today