Posted in 15 October 2018, by Mic, kategori Berita, Teknik Mesin

omahpitik (1)Sektor peternakan memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional karena potensi sumberdaya alam yang melimpah, kontribusi terhadap produk domestik bruto dan tenaga kerja serta basis pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Namun sektor peternakan di Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan klasik yaitu keterbatasan investasi dan pemasaran produk.

Belum lagi distribusi kredit dari lembaga keuangan belum sepenuhnya berpihak pada sektor ini karena dinilai tidak bankable. Sedangkan akses pemasaran masih menggunakan jalur tradisional dan bergantung pada tengkulak.  Oleh karena itu dibutuhkan alternatif sumber pendanaan baru dan akses pasar yang bisa dimanfaatkan oleh  peternak.

Bermula dari permasalahan tersebut mahasiswa Fakultas Teknik UB menggandeng Fakultas Peternakan dan Polinema menggagas sebuah platform yang memiliki dua fungsi, sebagai media pembiayaan dan pemasaran yang saling terintegrasi.

Omahpitik.com, sebuat platform start up dengan moto “Investasi Mudah Hidup Jadi Indah”. Dibimbing oleh Purnami ST, MT, empat mahasiswa penggagas omahpitik.com ini adalah Muhammad Husni Mubarok    (Teknik Mesin 2015), Lugas Gada Aryaswara (Teknik Mesin 2015), Ilham Toyib (Peternakan 2015), dan Qithfirul Bahrowi (Polinema 2015).

Husni selaku Ketua Tim menjelaskan, layanan yang dikembangkan dalam Omahpitik.com adalah pembiayan yang menggunakan konsep crowdfunding, yaitu melibatkan investor perorangan dengan skema bagi hasil. Selain itu platform ini menyediakan akses pasar yang khusus menjual produk olahan dan non olahan peternakan yang dipasok oleh mitra.

omahpitik (2)Dengan ide ini tim berhasil memenangkan bronze medal  di ajang International Young Inventors Award (IYIA) 2018 pada 19 – 22 September 2018. Kompetisi ini diikuti sekitar 500 tim dari 15 negara (Indonesia, Malaysia, Polandia, Rusia, Thailand, Jordan, Filipina, Taiwan, dll) mulai dari SMA, Universitas, Dosen, Peneliti, dan umum.

Ditanya mengenai keunggulan karyanya, Husni mengungkapkan ada tiga poin yang membawa tim memperoleh prestasi ini. Pertama modal/investasi yang kecil bagi investor,  siklus pengembalian modal yang cepat, dan Pembagian hasil yang besar.

“Dengan monodal awal minimal Rp. 300.000, pelaku bisa kembali modal paling cepat 3 bulan. Pembagian hasilnya pun cukup besar, yaitu 10-12% dari investasi,” ungkap Husni saat ditemui di Gedung Fakultas Teknik UB Senin lalu (9/Oct/2018).

Ia juga berharap dengan adanya event ini, dapat menjadi awal dari omahpitik.com untuk terus berkembang, dan dapat menjadi solusi bagi peternakan di Indonesia. “Ke depan, pastinya kami akan terus mematangkan konsep, memperbaiki web, membuat aplikasi, dan juga terus mencari stake holder yang mampu menjadi katalis bagi keberlangsungan omahpitik,” ungkapnya optimis. (mic)

82 total views, 1 views today