Posted in 7 February 2018, by Mic, kategori Berita, Teknik Mesin

WhatsApp Image 2018-02-06 at 16.37.29Tim Biop-mac (Biogas Purification Machine) dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) berhasil mendulang prestasi di Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEX) 2018. Tim berhasil membawa pulang Silver Medal dan Spesial Award from Taiwan dengan inovasinya dibidang energy berkelanjutan.

Digawangi oleh Muhammad Husni Mubarok (Teknik Mesin 2015), Shanda Ismaya (Teknik Mesin 2016), Pranaya Arya Satya (Peternakan 2015), Dewi Mulia Sari (Peternakan 2014), dan Rinda Dwi Lestari (Peternakan 2014) segenap tim berangkat ke Bangkok untuk presentasi karya, (2-6/ Feb/ 2018). Dibawah bimbingan Prof.Dr.Ir. Mochammad Junus, MS, Tim Biop-mac bersaing dengan 500 tim lainnya. Mereka adalah siswa SMA, Mahasiswa, Dosen, Peneliti, dan innovator umum dari 20 Negara lintas benua. Antara lain; Indonesia, Malaysia, Uni Arab Emirates, Polandia, Korea, Filipina, dan Taiwan.

Mengenai inovasi yang ditawarkan, tim memfokuskan pada efisiensi dan pemurnian bahan bakar biogas. Biogas memang merupakan salah satu sumber renewable energi dan di Indonesia potensinya sangat besar, karena peternak sapi di Indonesia sangat banyak. Akan tetapi penggunaan biogas di Indonesia mayoritas hanya dipakai untuk keperluan memasak, hal ini dikarenakan pada biogas selain mengandung gas metan (CH4) masih mengandung gas-gas pengotor (H2S,CO2,dll). Padahal jika gas-gas pengotor tersebut dapat dikurangi atau dihilangkan maka potensi biogas dapat dipakai sebagai bahan bakar generator untuk menghasilkan listrik.

Penelitian tentang pemurnian biogas memang sudah sering dilakukan sebelumnya menggunakan zeolite, kalium hidroksida, dan bahan lain akan tetapi masih memiliki kekurangan. Maka dari itu Tim menciptakan Biop-mac sebagai alat pemurnian biogas menjadi biometan. Bahan utamanya adalah serbuk genteng yang ramah lingkungan dan gampang didapatkan untuk menghilangkan gas-gas pengotor yang ada di biogas. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa gas metan (CH4) yang terkandung dalam biogas awalnya hanya 60% naik menjadi 92%.

Ditanya mengenai rencana kedepan untuk pengembangan biop-mac, Muhammad Husni Mubarok menyampaikan Harapannya untuk mengembangkan penelitian ini.

“Kami berharap dapat terus mengembangkan Biop-mac hingga dapat digunakan untuk peternak di Indonesia, dan bahkan dapat merealisasikan biogas sebagai bahan bakar mesin mobil,motor atau generator untuk menghasilkan listrik,” ungkapnya.

Mewakili tim Husni juga menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Dr. Eng. Denny Widhiyanuriyawan, ST., MT. selaku Wakil Dekan 3 FT, Ir. Djarot B. Darmadi, MT., Ph.D selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Prof.Dr.Ir. Mochammad Junus, MS.  yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada tim Biop-mac untuk terus berkembang.

“Penelitian ini juga sejalan dengan pengabdian masyarakat FTUB, utamanya biogas yang sudah tersebar di puluhan desa binaan. Semoga penelitian ini bisa dilanjutkan agar bisa saling bersinergi,” ujar Dr.Eng Denny saat ditemui di kantornya, Rabu (7/Feb/2018). (emis/mic)

91 total views, 1 views today