Posted in 14 September 2016, by Mic, kategori Berita, Prestasi, Teknik Elektro

jenis kelamin ternakAlat untuk mengatur jenis kelamin ternak atau SWIMP UP-SORTER karya mahasiswa UB berhasil meraih gold prize pada kompetisi internasional The 3rd International Young Inventors Award (IYIA), yang diselenggarakan di Surabaya Convention Hall, selama tiga hari (6-8/Sep/2016).

Tim SWIMP UP-SORTER merupakan kolaborasi dari dua fakultas, Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Peternakan (FAPET) yang digawangi oleh Frido Wahyu A. (FT), Ronny Ari Setiawan (FT), Dimas Firdaus Adami (FAPET), Wahyu Setiawan (FAPET), dan Mirsa Ita Dewi Adiana (FAPET) berada dibawah bimbingan dosen Eka Maulana, ST. M.Eng (FT) dan Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS (FAPET).

SWIMP UP-SORTER adalah inovasi teknologi penyortir spermatozoa X dan Y yang bisa menentukan jenis kelamin.

Penemuan alat tersebut berkaitan dengan pembuatan alat sexing spermatozoa secara elektrik untuk semen (sperma) cair. Alat ini menggunakan Arduino atau sistem kontrol elektrik mikrokontroler CMOS 8 bit, yaitu sistem pengendali mikro yang menggunakan teknologi AVR RISC dengan 8K-byte in-System Programmable flash agar mudah dan cepat dalam melakukan sexing. Selain itu, alat ini juga dilengkapi sistem pengendali suhu thermoelectric agar spermatozoa tetap berada dalam kondisi yang sesuai. Inovasi ini memadukan dua teori yang kemudian diciptakan suatu teknologi terbarukan dengan menyederhanakan High Technology.

Alat SWIMP UP yang sudah terdaftar hak paten di Sentra HKI UB ini dapat memisahkan spermatozoa yang sehat dan mampu bergerak (motil) dengan sperma yang tidak motil, sehingga akan didapat spermatozoa yang hidup dan berkualitas. Selanjutnya dilakukan Sorter yaitu memisahkan antara spermatozoa X dan Y. Sexing spermatozoa digunakan sebagai upaya untuk menghasilkan jenis kelamin anakan yang diinginkan.

Output dari invensi ini yaitu spermatozoa X akan menghasilkan anakan betina yang dapat menunjang peningkatan populasi ternak sapi perah, sedangkan spermatozoa Y untuk sapi potong atau pedaging, sehingga mampu mencapai swasembada produksi susu dan daging sapi lokal. (and)

396 total views, 1 views today