Posted in 20 February 2019, by Mic, kategori Berita, Mahasiswa, Teknik Elektro

yusril2“All is Well” yang artinya semuanya akan baik – baik saja. Itulah Motto hidup Yusril Fatahilmi sejak bertekad untuk merantau ke Malang.

Awalnya ia tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi (mawapres) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) 2019. Karena dari segi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), masih ada yang lebih baik darinya

“Alhamdulillah menjadi mahasiswa berprestasi merupakan suatu amanah yang besar bagi saya. Karena ini akan menjadi contoh baik dalam akademik, organisasi, pengabdian maupun prestasi yang dicapai,” ungkap mahasiswa Teknik Elektro 2016 ini.

Putra pasangan Mustofa dan Hartatin ini menambahkan, bahwa ia sudah memetakan capaian apa saja yang ingin diraih selama menempuh studi di UB. Ia juga selalu menjaga sikap, fokus terhadap tujuan, berdoa, tawakal, dan menjadi individu yang baik terhadap siapapun itu, serta mengedepankan kolaborasi bersama untuk memberikan inovasi dan karya yang bermanfaat.

“Di era digital seperti ini sudah bukan jamanya lagi untuk berkompetisi tetapi sekarang adalah eranya kolaborasi,” tuturnya.

Sejak di bangku SMK ia sudah banyak mengikuti berbagai kompetisi. Hal ini ia lanjutkan sampai di perkuliahan. Tak tanggung – tanggung, hingga saat ini anak pertama dari tiga bersaudara ini sudah melenggang ke berbagai kompetisi baik skala nasional maupun internasional. Di semester tiga saja ia sudah mengikuti lebih dari tiga kegiatan internasional seperti lomba invention AIS 2018, INST Taiwan 2018, IPITEX 2018 Thailand, dan mengikuti Exchange Program di HUST University China.

“Dalam mengikuti kompetisi apapun saya selalu berusaha untuk saling menghormati dan menghargai peserta dan mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik,” kata Mahasiswa asal Sidoarjo tersebut.

Ditanya mengenai persiapan menghadapi pemilihan mawapres Yusril menyatakan  bahwa  yang paling utama bagaimanapun adalah prestasi akademik dan non akademik. Selain itu calon mawapres harus mampu menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis ilmiah yang disertai dengan kemampuan public speaking baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Tak kalah penting harus menjaga komunikasi baik dengan dosen pendamping maupun orang tua.

“Dan tentu saja harus selalu semangat dalam berusaha serta banyak berdoa dan tawakal. Percaya diri sendiri! Tidak melihat kelebihan yang dimiliki orang lain, dan fokus dengan kelebihan yang kita miliki,” tukas mahasiswa yang pernah menjalanai exchange program ke Thailand ini.

Sebagai seorang muslim yang sangat mengidolakan Muhammad SAW dan Umar Bin Khattab RA ia mengutamakan skala prioritas dalam management waktu. “Saya selalu merencanakan kegiatan dan mencatat seluruh kegiatan yang akan di lakukan selama 1 minggu ke depan sehingga saya tinggal mengikuti plan yang sudah saya buat, kalau ada kondisi yang tidak sesuai, tinggal disesuaikan sesuai kondisi yang ada,” ujarnya saat ditanya mengenai manajemen waktu.

Mahasiswa yang juga mengidolakan Ir Soekarno ini juga bercita-cita agar bisa seperti tokoh-tokoh panutannya. “Semoga mampu ikhlas dalam melakukan perubahan di masyarakat tanpa pamrih, dan sebagai pemimpin, minimal untuk diri sendiri, semoga bisa seperti mereka. Tanpa memandang jabatan mampu mengkedepankan kedamaian dengan prinsip keadilan tanpa menebar kebencian,” harapnya.

Yusril akan memperebutkan kursi Mawapres Utama UB 2019 bulan Maret ini. Semoga berhasil, doa dan dukungan kami selalu bersamamu! Together We Do The Best! 1..2..3 TEKNIK!

249 total views, 1 views today