Fakultas Teknik Juara 3 UBAQA 2020

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) meraih Juara III pada ajang penghargaan tahunan Universitas Brawijaya Annual Quality Award (UBAQA) 2020 untuk kategori Fakultas.

Penghargaan ini diumumkan berbarengan dengan pelaksanaan Rapat Terbuka Dies Natalis Universitas Brawijaya (UB) ke-58 yang diadakan secara daring pada hari Selasa, 5 Januari 2021.

UBAQA sendiri merupakan program pemberian penghargaan bagi fakultas, jurusan, dan unit kerja penunjang pelaksana akademik dengan pelayanan terbaik, serta diselenggarakan untuk memacu peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja.

“Dengan penghargaan ini semoga dapat memacu semangat kerja dan kerjasama segenap Keluarga Besar Fakultas Teknik untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujar Dekan, Prof. Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, M.T.

Tahun ini, hadir secara daring pada perayaan hari jadi UB, Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, BA. MBA.

Pada sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa 2021 merupakan Tahun yang penuh harapan agar Indonesia bisa menyelesaikan masalah kesehatan dengan cepat dan meningkatkan geliat perekonomian yang membawa kemajuan perekonomian Indonesia ditengah persaingan global yang sangat ketat.

Tentu saja, lanjutnya, hal ini harus didukung dengan kesiapan di berbagai bidang, terutama dalam pengembangan talenta unggul indonesia yang berkarkter kebangsaan yang kuat, selalu inovatif, kompetitif, dan mampu memenangkan hiperkompetisi dunia yang penuh dengan distrupsi dan ketidakpastian.

Jokowi turut mengapresisasi UB selaku universitas dengan jumlah pengajuan paten inovasi tertinggi selama pandemi covid.

“Saya harap ini tak berhenti pada jumlah paten, harus dilanjutkan dengan jalinan kerjasama. Pendidikan Tinggi harus membangun karakter generasi muda yang berjiwa kebangsaan yang kokoh, yang memegang teguh Pancasila, menghargai kebhinekaan dalam persaudaraan dan persatuan, berintegritas tinggi dan anti korupsi,” pungkasnya.

Pagi itu Mendikbud RI, Nadiem Makarim juga turut menyampaikan bahwa  Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, lulusan yang tak hanya siap bekerja namun juga menciptakan lapangan pekerjaan.

“Untuk menghasilkan lulusan yang unggul, Perguruan Tinggi harus mampu mendisrupsi diri, agar lebih adaptif, fleksibel, dan berorientasi ke masa depan,” tukas pendiri GOJEK ini. (mic)