Akhmad Wicaksono Jabat Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok

Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D. Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) mendapat amanah baru sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Bangkok sejak 16 Maret 2021.

Berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 126371/MPK.A/KP/2020 mantan Kepala Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP3M) UB ini akan menduduki jabatan itu minimal selama tiga tahun (2021-2024).

Sony, panggilan akrabnya, mengaku mendaftar pada Agustus tahun lalu. Proses selanjutnya yang ia tempuh adalah rangkaian tes tertulis, wawancara, dan presentasi dalam bahasa Inggris.

Saat mendaftar, dia mengatakan ada tujuh negara yang bisa dia pilih Pilihannya jatuh ke Thailand karena pengalamannya tinggal di negara itu ketika dia menempuh pendidikan magisternya di Asian Institute of Engineering (AIT).

Setelah dinyatakan lolos pada November lalu, ia harus menjalani serangkaian tes kesehatan secara lengkap.

Hinggga pada tanggal 15 Desember 2020  dikeluarkanlahh Surat Keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa ia terpilih sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada akhir Januari 2021 dikeluarkan surat keputusan Kementerian Luar Negeri yang menyatakan bahwa ia diangkat sebagai Atase Pendidikan untuk Bangkok.

“Kami menyebutnya dipinjamkan ke Kementerian Luar Negeri,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa ruang lingkup tugas Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) antara lain menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Thailand, membantu jika pelajar Indonesia yang belajar di Thailand mengalami kesulitan, serta menangani Indonesian Bangkok School dan Yangon (Myanmar) Bangkok School.

Hingga saat ini, Thailand dikenal unggul di bidang pertanian, manufaktur, pariwisata, dan teknologi informasi, sehingga salah satu program kerjanya adalah memperkuat kolaborasi penelitian antara kedua negara di bidang tersebut.

Dia masih mengerjakan program kerja yang lain dengan tim. Ia mengatakan, karena baru saja pindah dari negara lain selama pandemi, maka ia harus menjalani isolasi mandiri selama 2 minggu di hotel sebelum bisa bekerja di Kedutaan Besar Indonesia.

Menurutnya, ketatnya protokol kesehatan yang diberlakukan Thailand juga menggambarkan kemajuan pendidikan di negara tersebut.

Dosen Teknik Sipil ini juga berharap agar semakin banyak dosen di UB yang bersedia melamar menjadi Atase Pendidikan, guna memperluas jaringan kerjasama UB dengan berbagai institusi di berbagai negara.

“Jika ada dosen yang ingin berkonsultasi bagaimana menjadi atase silahkan berkonsultasi dengan saya,” pungkas pakar transportasi ini. (siti rahma / mic)