Smart COVID-19 berhasil mendapatkan Gold Medal Awards di ajang International Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB)  menciptakan inovasi “Smart Mapping System for The Potential Spread of COVID-19 via CCTV on The Road Based on Computer Vision and Artificial Intelligence, Integrateed with Vehicle Number Data”.

Dibimbing oleh Raden Arief Setyawan, ST., MT, kelima mahasiswa itu antara lain Alfian Fitrayansyah (Fakultas Teknik), Affan Affandi (Fakultas Teknik), Muchammad Nasyruddin Hakim (Fakultas Teknik), Akmal Adnan Attamami (FMIPA), dan Muhammad Lutfi Ardiansyah (FPIK’18).

Perwakilan mahasiswa, Nasyruddin Hakim menjelaskan, pembuatan CCTV tersebut berawal dari keresahan tim melihat banyaknya kasus COVID-19 yang semakin meningkat sementara kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dalam penggunaan masker masih kurang.

Dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan teknologi CCTV, inovasi tersebut diyakini dapat membantu dalam penanganan kasus penyebaran COVID-19 dengan menangkap wajah dan plat nomor pengemudi sepeda motor yang melanggar protokol kesehatan.

“Hasil foto plat nomor pelanggar tersebut dapat digunakan untuk melacak identitas pelanggar melalui data kepemilikan plat nomor,” ujar Nasyruddin.

Setelah didapat identitas pelanggar, lanjutnya, data disinkronkan dengan data SIM untuk dicek alamat dari pengendara tersebut. Proses selanjutnya dilakukan pemetaan alamat pada identitas yang didapat sebagai daerah yang berpotensi COVID-19 karena salah satu masyarakatnya tidak mematuhi protokol kesehatan saat di jalan.

Setelah dipetakan daerah yang berpotensi COVID-19, maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif di daerah tersebut, seperti melakukan sosialisasi, atau bahkan memberi sanksi terhadap pelanggarnya.

Solusi ini dapat membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan tanpa menunggu data tingginya daerah yang terkena kasus Covid-19. Melalui pemetakan persebaran daerah berpotensi terkena Covid-19, maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif sebelum tingginya kasus Covid-19 di daerah tersebut seperti melakukan penyuluhan serta memberikan sanksi tegas khusus daerah tersebut

Setelah melalui berbagai seleksi berkas dan presentasi dihadapan juri, Smart COVID-19 berhasil mendapatkan Gold Medal Awards di ajang International Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021 yang diikuti oleh sekitar 157 tim dari 15 Negara. Selain itu mereka juga mendapat Special Awards dari Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA).

“Saya berharap dengan adanya inovasi ini, dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan dapat mencegah secara dini persebaran COVID-19,” tandas perwakilan tim yang lain, Alfian Fitrayansyah.